Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. (Lukas 6:36)
Kita sangat senang bila bertemu dengan orang-orang yg bermurah hati
kepada kita. Kalau begitu, kita hendaknya memulai dari diri kita sendiri
memiliki kemurahan hati, sebelum mengharapkan orang lain bermurah hati.
Murah hati tidak hanya dalam hal materi, melainkan juga soal intelektual, bakat-bakat / keterampilan, rohani, dsb.
Mengapa kita perlu murah hati? Sebab segala sesuatu yg kita miliki
berasal dari kemurahan hati Allah kepada kita. Karena itu kita janganlah
pelit.
Semakin kita murah hati, semakin Allah bermurah hati
kepada kita, melimpahkan banyak berkat supaya menjadi saluran kasih bagi
sesama.
Tuhan memberkati.
Senin, 17 Maret 2014
Minggu, 16 Maret 2014
Sabda telah menjelma menjadi Manusia
Yesus Kristus adalah Tuhan yang mau menyejarah seperti kita. Dia menghayati dan memahami pengalaman maupun problem manusia. Bahkan berkorban untuk kita.Yesus Kristus, Manusia Illahi inilah satu-satunya teladan hidup kita. Yang menghidarkan kita dari sikap ekstrem mengasingkan diri dari realitas dunia dan juga sikap yang memakukan kekinian tanpa orientasi pada yang Illahi yang merupakan Awal dan tujuan Manusia.
Untuk benar benar mengenal Yesus Kristus, maka kita harus memulai dengan menghayati dan memahami kehidupannya bersama para rasul. Agar dengan demikian kita tidak terperangkap dengan terlalu hanya mensurgawikan Yesus Kristus , dan melupakan historitas Yesus Sang Putra Manusia.
Perlulah kita menyadari bahwa Rasul Petrus dan kawan-kawannya mengenal Yahweh, sabdaNya, tindakanNya, perintah dan bimbinganNya, hanya melalui Yesus dari Nazaret. Pada Yesus dari Nazaret inilah Yahweh mewahyukan diri.
Nilai-nilai hidup manusia bisa sungguh-sungguh kita ketahui hanya melalui Yesus Kristus. Melalui dialah kita memahami makna terdalam dari doa, kemiskinan, persaudaraan dan Cinta kasih. Maka dapat disimpulkan Yesus Kristus adalah acuan hidup kita.
penulis Ignatius Rushadi Prasetyono
Perlulah kita menyadari bahwa Rasul Petrus dan kawan-kawannya mengenal Yahweh, sabdaNya, tindakanNya, perintah dan bimbinganNya, hanya melalui Yesus dari Nazaret. Pada Yesus dari Nazaret inilah Yahweh mewahyukan diri.
Nilai-nilai hidup manusia bisa sungguh-sungguh kita ketahui hanya melalui Yesus Kristus. Melalui dialah kita memahami makna terdalam dari doa, kemiskinan, persaudaraan dan Cinta kasih. Maka dapat disimpulkan Yesus Kristus adalah acuan hidup kita.
penulis Ignatius Rushadi Prasetyono
Langganan:
Postingan (Atom)